Mutia Salon Muslimah

Rabu, 14 April 2010

HATI-HATI BARANG HARAM Facial Dengan Plasenta Bayi Bikin Kulit Kencang


New York, Tren facial menggunakan plasenta manusia kini menjadi populer di Amerika dan kalangan Hollywood. Meski terdengar aneh, tapi para ahli yakin bahwa plasenta bayi bisa mengencangkan, meregenerasi dan membuat kulit tampak lebih muda.

Para ahli kosmetik mengatakan bahwa plasenta akan memiliki khasiat yang lebih baik lagi jika langsung diminum atau dimasukkan dalam tubuh. Tapi siapa yang mau minum cairan plasenta yang berasal dari dalam rahim wanita, meski itu bisa membuat kulit kencang dan sehat.

Oleh karena itu, plasenta akhirnya digunakan sebagai bahan facial atau masker di tempat-tempat kecantikan. Cairan plasenta dicampur dengan beberapa krim lainnya lalu dioleskan pada wajah selama beberapa saat. Meski aromanya agak aneh dan tidak sedap, tapi banyak wanita yang percaya bahwa facial plasenta memang berkhasiat.

Tak hanya kaum wanita yang percaya akan khasiat plasenta, kaum pria pun ternyata mulai mencobanya. Adalah Robin van Persie, penyerang dari Arsenal yang telah merasakan efek plasenta.

Pemain dari Belanda yang sedang menderita kerusakan jaringan pergelangan sendi itu mendengar kabar dari salah satu fansnya yang mengatakan bahwa ada seorang wanita Serbia yang bisa memijat dan memperbaiki sendinya.

Setelah didatangi, ternyata wanita itu menggunakan cairan plasenta kuda untuk keperluan memijatnya. Mariana Kovacevic, si pemijat, sudah menggunakan cairan plasenta itu untuk menyembuhkan dua orang pasien.

Dan hasilnya, hanya butuh satu minggu untuk menyembuhkan pasien, padahal jika menggunakan tindakan medis dari dokter membutuhkan waktu sebulan. Sejak itu, banyak orang yang percaya dengan kekuatan plasenta.

Hugh Fearnley-Whittingstall, seorang juru masak yang percaya akan khasiat plasenta pun mencoba menyajikan makanan dari plasenta untuk merayakan kelahiran putri pertamanya. Ia mengambil plasenta dari istrinya yang baru melahirkan, kemudian memurnikannya dan dijadikan bahan campuran dalam makanan.

"Plasenta lebih dari sekedar bantalan untuk bayi dalam rahim, tapi plasenta juga kaya akan protein, seng dan zat besi," ujar seorang ahli nutrisi, Susannah Lawson seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (20/11/2009).

Lawson mengatakan, mungkin inilah yang menyebabkan kebanyakan hewan melakukan placentophagia atau kegiatan memakan plasenta setelah melahirkan.

"Kandungan zat besi yang tinggi sangat bermanfaat untuk wanita yang mengalami trauma atau banyak kehilangan darah pasca kelahiran. Seng juga penting untuk mengisi kehilangan seng ibu yang banyak diberikan pada anaknya sebagai zat untuk kekebalan tubuh," jelas Lawson.

Plasenta mengandung hormon yang dapat menstimulasi jaringan pertumbuhan yang diketahui mampu menghilangkan kerutan. Plasenta dalam bentuk ekstrak juga berfungsi membantu meningkatkan kemampuan kulit menyerap oksigen, menstimulisasi metabolisme sel, dan meningkatkan reproduksi sel. Bahkan plasenta memiliki sifat immunostimulator atau perangsang sistem imun tubuh.

Penggunaan ekstrak uterus (plasenta) bukan hal baru sebetulnya. Bahan itu dipakai sebagai salah satu bahan dalam kosmetika pertama kali pada tahun 1940-an. Tapi kini, tren itu mencuat lagi dan banyak diminati wanita.

Meski demikian, plasenta yang dihalalkan Majelis Ulama Indonesia sebagai bahan kosmetika hanyalah plasenta yang berasal dari binatang halal, sedangkan dari manusia dianggap haram.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda